Dandim 1703 Deiyai Melihat Kondisi Pengungsi Bibida Akibat Terior OPM

0
13

Paniai – Dandim 1703/Deiyai Letkol Inf I Wayan Dedi Suryanto, S.E bersama Letda Inf Alpius Gobai Danramil 1703-01/Enarotali Kunjungi Pos Pengungsian warga sipil dari Distrik Bibida, Akibat Kontak tembak antara TNI-Polri dengan TPN-PB OPM bertepat di Gereja Katolik Paroki Salib Suci Madi, Dekenat Paniai Jalan Poros Madi-Enarotali, Kampung Madi, Distrik Paniai Timur Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, Minggu (16/06/2024).

Dalam tatap muka bersama para pengungsi, Letkol Inf Inf I Wayan Dedi Suryanto, S.E Dandim 1703/Deiyai, mengatakan bahwa dirinya bersama jajaran TNI yang berada di Wilayah paniai menjamin keamanan para pengungsi dari Distrik Bibida akibat kontak senjata antara kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan TNI-Polri pekan lalu.

“Juga kami dari TNI akan membantu mengajar, belajar dan menulis kepada anak-anak kita yang masih duduk di bangku sekolah SD, SMP dan SMA agar mereka tidak ketinggalan belajar dari sekolahnya, untuk membantu menangani kebutuhan masyarakat pengungsi dengan ini kami rencana membangun MCK di lokasi pengungsian, langkah ini sangat penting dilakukan mengingat para pengungsi kesulitan untuk mandi dan buang air.

“Kita tinggal di negeri sendiri, kita punya Tanah Air di sini karena negara, Pemerintah Daerah, TNI-POLRI hadir untuk menjamin keamanan. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi di negara kita Indonesia. Saya selaku Dandim bertanggung jawab atas keamanan terhadap saudara-saudara saya sekalian,” ujar Dandim 1703/Deiyai.

Dandim 1703/Deiyai menyatakan sikap prihatin atas masalah keamanan yang berdampak adanya pengungsi warga dari 7 Kampung di Distrik Bibida. Ia mengatakan keselamatan adalah yang utama bagi masyarakat Indonesia, sehingga alasan tersebut yang mendasari TNI harus tampil segera untuk mengamankan masyarakat.

Ia meyakini situasi ini akan segera pulih atas campur tangan Tuhan. Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat tetap berdoa agar upaya-upaya yang dilakukan TNI bisa dimudahkan Tuhan.

“Saya percaya Tuhan bekerja dan kondisi ini akan pulih kembali. Kita sedang upayakan bersama sampai masyarakat kembali ke kampung setelah situasi pulih. Tugas masyarakat berdoa, bantu kami Aparat keamanan TNI-POLRI dalam upaya-upaya yang kami lakukan. Keamanan dan kedamaian pasti Tuhan akan kasih,” kata Dandim.

Lanjut dikatakan Dandim, menyampaikan bahwa tugas yang diembannya TNI, adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat di pengungsian. “Yang paling penting adalah kami TNI berupaya memperhatikan masyarakat di sini, selagi situasi belum aman,” tutup Dandim.

Kepala Distrik Bibida Yoriz Zonggonau juga berterima kasih kepada Bapak Dandim 1703/Deiyai beserta Jajaranya atas perhatian dan penanganannya yang cepat dengan segera menemui masyarakatnya. “Saya atas nama masyarakat Distrik Bibida menyampaikan terima kasih banyak kepada Bapak Dandim karena langsung turun melihat masyarakat yang mengungsi sekaligus memberikan Motifasi dan semangat, Ini luar biasa,” katanya.

Danie Zonggonau sebagai Sekretaris Dewan Stase Gereja Katolik St. Petrus Kugapa Bibida yang masuk dalam wilayah pelayanan Paroki Salib Suci Madi, di hadapan Bapak Dandim 1703/Deiay mengatakan bahwa pihaknya yang sehari-hari bekerja sebagai pengurus gereja, guru, aparat kampung, dan intelektual merasa terjepit di antara kedua pihak yang sedang bertikai. Sebab jika pihaknya hendak melindungi masyarakat, akan dianggap oleh TNI/Polri sedang memihak TPN-PB OPM begitupun sebaliknya.

“Kalau kami bersama TNI dan Polri memberikan pemahaman terkait kondisi masyarakat dan daerah Bibida, maka TPN-PB OPM akan anggap kami adalah mata-mata dari TNI/Polri. Ini kami benar-benar terjepit, ruang gerak kami sangat kecil sekali. Padahal kami bekerja keras supaya kondisi ini berakhir, kami lindungi warga sipil supaya tidak berjatuhan

supaya tidak berjatuhan korban,” katanya.

Kami juga meminta kepada Aparat TNI-POLRI yang berada di Wilayah Kabupaten Paniai agar melakukan pemeriksaan atau Swiping KTP di setiap perbatasan karena Masyarakat atau OPM yang selalu bikin kacau di Paniai, supaya mereka berpikir seribu kali mau bikin kacau di Paniai, “Kami minta aparat agar periksa KTP mereka apabila di temukan KTP di luar Paniai agar di suruh kembali ke Daerahnya seperti di intan jaya.” kata Danie Zonggonau

Kegiatan Dandim 1703/Deiyai bersama Danramil 1703-01/Enarotali Kunjungi Pos Pengungsian warga sipil dari Distrik Bibida berjalan lancar dan aman.

supaya tidak berjatuhan korban,” katanya.

Kami juga meminta kepada Aparat TNI-POLRI yang berada di Wilayah Kabupaten Paniai agar melakukan pemeriksaan atau Swiping KTP di setiap perbatasan karena Masyarakat atau OPM yang selalu bikin kacau di Paniai, supaya mereka berpikir seribu kali mau bikin kacau di Paniai, “Kami minta aparat agar periksa KTP mereka apabila di temukan KTP di luar Paniai agar di suruh kembali ke Daerahnya seperti di intan jaya.” kata Danie Zonggonau

Kegiatan Dandim 1703/Deiyai bersama Danramil 1703-01/Enarotali Kunjungi Pos Pengungsian warga sipil dari Distrik Bibida berjalan lancar dan aman.

*_Demikian laporan kegiatan Koramil 1703-01/Enarotali (Dok terlampir