Raih Juara dalam Penyuluh Agama Islam Award 2023 Tingkat Nasional, Kanwil Kemenkumham Kalsel berikan Penghargaan dan Apresiasi kepada Pengasuh LPK-PPTA Lapas Kelas IIB Amuntai

0
13

Banjarmasin, Humas_Info – Bertempat di Ruang Rapat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, Faisol Ali didampingi oleh Kadiv Administrasi, Rifqi Adrian Kriswanto dan Kabid Pembinaan, Bimbingan, dan Teknologi Informasi, Sugito memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Pengasuh Lembaga Pembinaan Keagamaan Pondok Pesantren Terpadu At-Taubah (LPK-PPTA) Lapas Kelas IIB Amuntai yang telah meraih penghargaan Juara I Penyuluh Agama Islam Award 2023 kategori Penegakan Hukum Tingkat Nasional.

Turut berhadir Pejabat Administrator Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, serta Kepala UPT se-Kalimantan Selatan melalui virtual, Kepala Kantor Wilayah memberikan Piagam Penghargaan kepada Dr. H. Ahmad Nawawi Abdurrauf, S.Ag., M.M.Pd. sebagai bentuk apresiai atas kontribusinya yang luar biasa dalam pembinaan WBP beragama Islam.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, Faisol Ali mengungkapkan apresiasi terhadap metode pembinaan kepribadian dan karakter yang berbasis pesantren yang telah diterapkan oleh Ust. Ahmad Nawawi dan Lapas Kelas IIB Amuntai.

“Metode bernuansa religi ini sangat cocok untuk diterapkan di seluruh satker di Kalimantan Selatan. Kedepan akan kita tindak lanjuti dengan mengikat kerja sama lebih lanjut melalui MoU antara Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan, yang dapat diikuti oleh Kepala UPT yang mengadakan PKS dengan Kantor Agama setempat,” sebut Faisol Ali.

Ust. Ahmad Nawawi turut mengungkapkan rasa terima kasih atas apresiasi dan sambutan hangat dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan. Ia menggarisbawahi bahwa pembinaan di Lapas Kelas IIB Amuntai merupakan hasil kolaborasi dan kerja sama yang terpadu dengan Kementerian Hukum dan HAM. Metodologi pembinaan berbasis pesantren yang telah diterapkan sejak 2016 kini telah menjadi role model dan contoh bagi daerah lainnya.

“Dukungan penuh dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan juga merupakan salah satu faktor untuk kami dalam meraih prestasi sebagai juara pertama dalam kategori penegakan hukum sehingga hal ini merupakan buah dari keberhasilan kita bersama,” sebut Ust. Nawawi.

Diharapkan agar pembinaan keagamaan di lingkungan Satker Kalimantan Selatan terus berlanjut, meskipun dengan cara sederhana namun memiliki tujuan mulia yaitu membina WBP yang belum bisa mengaji atau menjalankan ibadah sehingga ketika mereka bebas, mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan bisa diterima masyarakat.