JENEPONTO – Komandan Komando Distrik Mileter 1425/Jeneponto Letkol Inf Muhammad Amin, S.IP., dengan Forkompinda Jeneponto, hadiri kegiatan Dialog Jaga Pangan bersama Kementrian Pertanian RI, di Ruang Pola Panranuangta Kantor Bupati Jeneponto Jl. Lanto Dg Pasewang Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto. Selasa, 08/08/2023.
Kegiatan Dialog Jaga Pangan mengusung tema “Menjaga Ketahanan Pangan, Wujudkan Kedaulatan Pangan”, dipimpin Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian RI Dr. Jan S Maringka, S.H., M.H., CGCAE dan dihadiri Bupati Jeneponto, Kasat Reskrim Kapolres Jeneponto, Kasi barang bukti dan rampasan Kejari Jeneponto, Sekda Jeneponto, unsur Forkompinda Bantaeng dan Forkompinda Takalar.
Hadir juga Kadis Pertanian Kabupaten Jeneponto, Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Kabupaten Jeneponto, Perwakilan Poktan Kabupaten Jeneponto, Perwakilan Poktan Kabupaten Bantaeng dan
Perwakilan Poktan Kabupaten Takalar.
Dialog Jaga Pangan dilakukan dalam rangka peningkatan optimalisasi tugas Kementerian Pertanian dan fungsi pengawasan Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) lingkup Kementrian Pertanian.
Itjen Kementan RI, Dr. Jan S Maringka mengatakan dalam berbagai kesempatan apa yang dilakukan petani termasuk bagian sinergi Menteri Pertanian bekerja sama dengan Kejaksaan, TNI dan Polri melaksanakan program pertanian sehingga bisa berjalan tepat waktu, ungkapnya.
TNI, Polri dan Kejaksaan bersinergi untuk masyarakat sehingga kita bisa menikmati hasilnya walaupun anggaran pertanian mengalami keterbatasan.
Pertanian meningkat namun ancaman krisis pangan akan berdampak dan anggaran kita hanya 14 triliun jadi saya tetap memberikan spirit dengan keterbatasan yang ada namun tetap kita mendukung, tandasnya.
Dr. Jan S Maringka berharap terwujudnya lumbung pangan dengan kita bersinergi dengan turun kelapangan memastikan ketersediaan pangan.
Sementara, Bupati Jeneponto Drs. H. Iksan Iskandar, dalam sambutannya menyampaikan komoditi unggulan di Kabupaten Jeneponto adalah jagung dengan luas tanam dalam 1 tahun 6.000ha – 75.000 ha. Sementara dengan rata-rata produksi 7,20 ton/ha. Dan komoditi padi 31.903 ha dengan rata-rata produksi 5,2 ton/ha gabah kering giling kata Bupati Jeneponto.
Lahan yang tidak dimanfaatkan untuk komoditi padi dimanfaatkan untuk komoditi jagung, kacang-kacangan, sayuran dan buah. Khusus komoditi perkebunan diwilayah Kabupaten Jeneponto adalah Kelapa, Kopi, Jambu Mente dan Cengkeh. Dan komoditi kelapa pada umumnya perlu kami sampaikan bahwa komoditi kelapa pada umumnya dibudidayakan dengan pola pekarangan, terangnya.
Perlu kami laporkan bahwa saat ini petani di Kabupaten Jeneponto menghadapi suatu kendala besar, yaitu saluran primer Waduk Kareloe belum berfungsi karena masih dalam tahap perbaikan. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan produksi pada semua komoditi yang sangat signifikan, ujarnya.
Bupati Iksan Iskandar berharap agar kiranya Bapak Itjen dapat membantu kami dalam perbaikan saluran primer sehingga dapat dipercepat dan pemanfaatan lahan pertanian di Kabupaten Jeneponto dapat kembali normal dan optimal. Harapnya.
Dalam acara tersebut juga diberikan bantuan secara simbolis berupa benih padi, jagung, kedelai, komoditas perkebunan dan hortikultura, serta alsintan pasca panen yang bersumber dari APBN. Dalam kesempatan yang sama juga diberika bantuan secara simbolis dari program CSR Pupuk Indonesia Holding Company kepada 15 poktan di tiga kabupaten berupa bantuan Pupuk NPK Phonska dan SP26.
Penulis : Sertu Irfan (Penerangan Kodim 1425/Jeneponto).












