JENEPONTO – Dalam rangka peringatan hari Kontrasepsi Sedunia, Komando Distrik Militer (Kodim) 1425 Jeneponto, Korem 141 Toddopuli Kodam XIV Hasanuddin, berkolaborasi dengan BKKBN Dinas PP dan KB, menggelar kegiatan pelayanan KB MKJP dan Non MKJP, yang dilaksanakan di seluruh Puskesmas wilayah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Selasa, 26/09/2023.
Mewakili Dandim 1425 Jeneponto, Pasi Ter Kodim 1425 Jeneponto Kapten Inf Sayuti bersama Kepala Dinas BKKBN Kabupaten Jeneponto dr. H. M. Iswan Sanabi, Sp.R., M.M., dan Kapolkes 14.09.09 Kodim 1425 Jeneponto, Peltu Sudarmin memantau pelaksanaan kegiatan pelayanan KB di Puskesmas Bontosunggu Kota Kabupaten Jeneponto.
Dalam keterangannya, Pasi Ter Kodim 1425 Jeneponto, Kapten Inf Sayuti, mengatakan kegiatan ini dilakukan bertujuan selain menjalin sinergitas dan kerjasama dengan pemerintah dan komponen bangsa, juga sebagai upaya meningkatkan kepedulian dan peran serta dalam mensosialisasikan dan mendorong masyarakat untuk menggunakan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran yakni KB, ungkap Pasi Ter saat dikonfirmasi melalui penerangan Kodim 1425 Jeneponto.
Ditempat terpisah, Kabid BKKBN Kabupaten Jeneponto dr. H. M. Iswan Sanabi, menuturkan KB merupakan program pemerintah yang dirancang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk. Perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan dapat dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran. Seperti, pil KB, kondom, spiral, IUD, dan sebagainya. Pungkasnya.
Pasangan yang menggunakan KB biasanya memiliki tujuan masing-masing. KB tidak hanya dilakukan untuk menekan jumlah kelahiran bayi tetapi dapat meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak dengan mengendalikan kelahiran dan menjamin terkendalinya penduduk, membentuk keluarga kecil sejahtera, sesuai dengan kondisi ekonomis sebuah keluarga.
Dan juga, dapat meningkatkan kepedulian masyarakat untuk menggunakan alat kontrasepsi, mencanangkan keluarga kecil dengan hanya dua anak, mencegah pernikahan di usia dini, menekan angka kematian ibu dan bayi akibat hamil di usia terlalu muda atau terlalu tua, menekan jumlah penduduk dan menyeimbangkan jumlah kebutuhan dengan jumlah penduduk di Indonesia, meningkatkan kesehatan keluarga berencana dengan mengendalikan kelahiran.
Diketahui bahwa, Gerakan Keluarga Berencana Nasional Indonesia telah dianggap masyarakat dunia sebagai program yang berhasil menurunkan angka kelahiran yang bermakna.
Turut hadir dalam kegiatan, Kepala Tata Usaha Puskesmas Bontosunggu Kota, Kepala Bidang KB Dinas UPT DPPKB Kabupaten Jeneponto, Kepala Seksi Distributor Alkom UPT DPPKB Kabupaten Jeneponto, Seksi Pelayanan KB UPT DPPKB Kabupaten Jeneponto, Seksi Pembinaan Kesertaan KB UPT DPPKB Kabupaten Jeneponto, Kepala UPT DPPKB Kecamatan Binamu dan Turatea Kabupaten Jeneponto, Babinsa Kelurahan Empoang.
Penerangan Kodim 1425/Jeneponto.












