Banjarbaru, Info_PAS – Lapas Kelas IIB Banjarbaru bekerjasama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Marlina Banjarbaru membuka kegiatan Pelatihan Tata Boga yaitu pengolahan kerupuk bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan yang bertempat di Aula Lapas Banjarbaru, Senin (25/9/2023) akan berlangsung selama 6 hari, dimulai tanggal 25 september hingga 30 September 2023.
“Pelatihan pembuatan kerupuk ini merupakan salah satu program pembinaan kemandirian yang digelar dengan tujuan agar warga binaan memiliki bekal keahlian yang berguna ketika bebas nanti. Pelatihan ini diikuti oleh 10 orang Warga Binaan dan akan diberikan sertifikat setelah selesai mengikuti pelatihan,” terang Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Giatja), Ady Tri Marwoko dalam laporannya.
Sementara itu, Sherly Marlina selaku pimpinan LPK Marlina Banjarbaru dalam sambutannya mengatakan bahwa bidang wirausaha yang saat ini banyak digeluti masyarakat adalah pembuatan produk makanan, salah satunya produksi kerupuk. Usaha kerupuk mengalami perkembangan pesat dan menjadi pilihan usaha yang sangat menguntungkan, sehingga banyak masyarakat yang menekuni usaha tersebut.
“Perlu diketahui Bapak-bapak, usaha kerupuk ini modalnya sedikit namun untungnya banyak, asal mau telaten insyallah ada hasil yang diperoleh dari usaha tersebut. Dalam seminggu kedepa, kita akan belajar mengolah berbagai macam kerupuk, baik berbahan dasar ikan maupun non ikan,” ungkap Sherly
“Menjadi pengusaha itu tidak hanya punya modal uang saja, tapi juga harus memiliki modal keahlian dan keterampilan. Maka dari itu, kami berharap bapak-bapak bisa mengikuti pelatihan dengan baik, komunikatif dan jangan malu bertanya. Yang terpenting dapat mengaplikasikan ilmu pelatihan untuk berwirausaha setelah bebas nanti,” tambah Sherly
Kegiatan pelatihan pembuatan kerupuk bagi warga binaan dibuka secara resmi oleh Kepala Lapas Kelas IIB Banjarbaru, Amico Balalembang melalui Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Tamberin. Ia berpesan kepada para peserta agar dapat memanfaatkan momentum pelatihan sebagai wadah untuk belajar dan mengembangkan keterampilan.
“ikuti pelatihan dengan semangat dan sungguh-sungguh agar nantinya rekan-rekan warga binaan mempunyai bekal keterampilan yang bisa dikembangkan untuk membuka usaha secara mandiri setelah selesai menjalani masa pidana sehingga tidak kembali mengambil pekerjaan yang beresiko,” pesan Tamberin.












