KOMPELDAK_JAYAPURA – Reatret Persekutuan Pemuda Gereja Protestan Indonesia di Papua (PPGPI Papua) Se-Klasis Jayapura Nabire secara resmi dibuka dan akan berlangsung selama 3 hari di Jemaat GKI Amos Tablanusu Klasis Tanah Merah, Kamis (17/8/2023).
Kegiatan yang terlaksana bersama Persekutuan Angkatan Muda (PAM) GKI Amos ini, di bawah Sorotan Tema “Berakar, Bertumbuh, dan Bersatu Melayani dalam Kristus” dengan Sub Tema “Melalui Kegiatan Retreat Menjadikan Pemuda/i Kristen yang Semakin Kuat Berakar dan Bertumbuh Berdasarkan Firman Tuhan sehingga Dapat Bersama Melayani dalam Kristus.”
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Klasis GPI Papua Jayapura Nabire, Pendeta Jefry Hindom, didampingi Wakil Ketua I Pendeta R. Muskita, Ketua Dewan Adat Kampung Tablanusu Efraim Suwae, Ketua Majelis Jemaat GKI Amos Tablanusu Pendeta Elsa Ayhuan/ Oyaitou, serta Badan Pengurus Komisi Pelayanan Pemuda Klasis (Kompeldak) Jayapura Nabire.
Pembukaan Reatret diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh Pendeta Elsa Ayhuan. Pembacaan Firman Tuhan mendasari kegiatan ini, terambil dari Yesaya 37:31b.
Dalam khotbahnya, Elsa Ayhuan mengangkat analogi pohon kurma sebagai simbol ujian yang harus dijalani agar memiliki akar yang kuat dan dapat bertumbuh melawan segala tantangan. Ia juga menekankan pentingnya pembentukan karakter dan kepribadian melalui kegiatan retreat ini.
Selanjutnya, pembukaan reatret ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Ketua Klasis GPI Papua Jayapura Nabire, Pendeta Jefry Hindom kepada dua perwakilan peserta.
Jefry Hindom dalam sambutannya menyampaikan, dengan terlaksananya kegiatan ini seluruh peserta diharapkan dapat meningkatkan kerohaniannya kepada Tuhan serta mempererat relasi diantara pemuda pemudi dedominasi gereja sehingga bukan hanya menjadi pemuda dan pemudi gereja yang berakal budi tetapi juga beriman.
“Jadilah cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati,” Ujarnya
Ditempat yang sama Ketua Panitia Reatret, Axel Jansen Narua menyampaikan, total peserta berjumlah 130 orang yang terdiri dari 100 PPGPI Klasis Jayapura Nabire dan 30 PAM GKI Amos Tablanusu.
“yang kami targetkan 200 peserta namun beberapa peserta tidak bisa ikut karena terkendala perizinan dari tempat kerja, Sekolah dan Kampus,” Ujarnya
Axel berharap, ada buah baik yang bisa dihasilkan lewat kegiatan ini, karena menurutnya kegiatan ini bukan saja dapat membangun spiritual pemuda Kristen, namun juga life skills/ keterampilan lewat materi-materi yang dikasi seperti, pelatihan Master Of Ceremony, Penyuratan, Perbendaharaan dan beberapa kegiatan terkait Teknologi Digital, mengingat Kampung Tablanusu merupakan daerah parawisata.
“Kegiatan reatret ini, selain membangun sinergitas antar pemuda gereja, kami juga ingin berkontribusi meningkatkan parawisata di Tablanusu,” Tutupnya
[Riska Hetharia]












