Palu (11/06) – Lapas Kelas IIA Palu Kanwil Kemenkumham Sulawesi Tengah selenggarakan asesmen lanjutan bagi 32 Warga Binaan peserta Rehabilitasi Sosial Tahun 2024. Dalam kegiatan ini, Lapas Palu menggandeng Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Sulawesi Tengah sebagai tim assesor.
Dalam sambutannya, Kalapas Kelas IIA Palu, Gunawan mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui dan menilai perkembangan kualitas hidup peserta dan keberhasilan program rehabilitasi sosial di Lapas Kelas IIA Palu.
“Lapas Palu adalah salah satu pilot projects program rehabilitasi di Lapas/Rutan wilayah Sulawesi Tengah. Kegiatan ini merupakan penilaian akhir rehabilitasi untuk mengukur keberhasilan dari program yang diselenggarakan demi menjadikan Warga Binaan produktif dan aktif di tengah masyarakat dapat terwujud,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gunawan berharap kegiatan yang telah diselenggarakan dan akan ditutup pada bulan Juli nanti bermanfaat bagi peserta rehabilitasi. “Kami berharap para peserta mengikuti asesmen dengan baik, tertib, dan aktif memberikan jawaban yang benar atas pertanyaan yang disampaikan tim assesor BNNP. Data yang diperoleh dari asesmen lanjutan ini akan menjadi tolak ukur keberhasilan program rehabilitasi,” terangnya.
Sementara itu, salah satu anggota tim asesor dari BNNP Sulawesi Tengah, Ruswati S.Kep.,M.AP mengatakan bahwa kegiatan asesmen lanjutan ini untuk mengevaluasi perkembangan para warga binaan selama melaksanakan program rehabilitasi sosial serta membahas isue/permasalahan warga binaan yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.
“berdasarkan hasil asesmen didapati progres yang cukup baik dengan adanya perubahan perilaku menjadi lebih baik dan kualitas hidup yang meningkat. Hasil pemeriksaan urine warga binaan juga menunjukkan negatif narkotika. Semoga perubahan ini bisa mereka pertahankan dan dapat berfungsi secara sosial,” harapnya












