Maybrat – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan di wilayah Papua, personel Satgas Yonif 133/YS bantu panen padi gogo bersama Kelompok Tani di Kampung Tahsimara Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat-Papua Barat Daya. Kamis, (17/01/2023)
Padi merupakan tanaman pangan utama selain sagu, jagung dan umbi-umbian. Untuk menyeimbangkan kebutuhan pangan dengan jumlah produktivitas padi, maka perlu memerhatikan dari cara penanaman, memlihara selama proses pertumbuhan padi dan yang tidak kalah penting adalah penanganan panen. Hal tersebut telah dilakukan oleh personel Satgas Yonif 133/YS bersama masyarakat sekitar 3 bulan yang lalu hingga kini dapat dipanen secara bersama-sama.
Hal tersebut dikatakan Danpos Tahsimara dalam keterangan tertulisnya.
Lebih lanjut dikatakan Letda Inf Marthin Tambunan selaku Danpos Tahsimara, padi gogo adalah jenis padi yang tidak ditanam di sawah seperti pada umumnya. Jenis padi ini ditanam ditanah kering. Kelebihan padi gogo adalah tidak memerlukan irigasi khusus.
“Ini merupakan bentuk kepedulian Satgas Yonif 133/YS dalam mendukung ketahanan pangan di bumi Kasuari. Melalui kegiatan seperti ini diharapkan akan tercipta komunikasi dan kerjasama yang baik sehingga dapat meningkatkan kebersamaan dan kekeluargaan antara TNI dengan warga,” jelas Dansatgas.
Ditempat terpisah, Danpos Tahsimara Letda Inf Marthin Tambunan menambahkan, “kegiatan membantu merawat padi gogo diawali dengan menyisir seluruh celah diantara padi untuk menghilangkan rumput yang menjadi pengganggu pertumbuhan padi hingga akhirnya sekarang dapat dipanen dan dinikmati warga.” Jelasnya.
Perlu diketahui Masyarakat sebelumnya mengkonsumsi sagu dan jagung sebagai makanan pokok mereka, kalaupun ingin beras masyarakat biasanya beli dari luar daerah sehingga mayoritas masyarakat menanam padi merupakan hal yang baru.
Lanjut diungkapkan Danpos, panen padi ini merupakan keberhasilan yang patut di acungi jempol, karena seluruhnya dilakukan dengan swadaya masyarakat dan Satgas TNI, mulai dari pembukaan lahan, pengolahan tanah, penyiapan bibit dan perawatan tanaman.
Dalam kesempatan ini pihaknya melakukan komunikasi dua arah kepada para warga tentang harapan kedepannya. Warga masyarakat Kampung Tahsimara sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah berkaitan dengan Alsintan (alat dan mesin pertanian) seperti Traktor, Rotavator bahkan mereka pun memerlukan bibit dan pupuk agar ketahanan pangan ini dapat terus berlangsung.
“Dengan kondisi yang serba seadanya namun dengan tekad yang kuat masyarakat dapat membuktikan bahwa mereka mampu berkarya,” ucap Letnan Marthin.












