Manado – Kol Inf Daniel E.S. Lalawi menghadiri Acara peringatan. Gugurnya Pahlawan Nasional Robert Wolter Mongisidi ke-73 ( 05 September 1949-2022)bertempat di Decorlano Resort, Kel. Malalayang Satu Lingk XI, Kec. Malalayang, Kota Manado (05/09/22).
Kegiatan dilaksanakan oleh Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) Sulut dan dihadiri oleh sekitar 200 orang terdiri dari Forkopimda Sulut, keluarga Pahlawan Nasional Sulut, masyarakat Adat Bantik serta undangan lainnya.
Brigjen TNI Erdy Jammy Lumintang, S.I.P. (Kapoksahli Pangdam XIII/Mdk, Kolonel Kav Danny Hermawan (Kasiter Kasrem 131/Stg), Kolonel Pas Paulus Purwadi (Kadispotdirga Lanudsri Manado). Letkol Inf Fransiscus Rumimpunu (Kabintaljarahdam XIII/Mdk), Letkol Laut (PM) Damianus Denny Nixon Ogi,S.A.P,. M.Tr(Opsla)(Danpomal Manado)
Kompol Berty Rengkuan ( Kabag Binmas Ditbimas Polda Sulut) , Ferry Sangian, SE (Kaban Kesbangpol dan Linmas Propinsi Sulut), Meiske Conny Lantu, SE (Kaban Kesbangpol dan Linmas Kota Manado) .Letkol (Purn) Ronny Mongisidi ( Ketua Harian IKPNI Sulut/ Adik Kandung R.W Mongisidi)
Fredy Bayodo (Ketua Aliansi Masyarakat Adat Bantik )
, sambutan oleh Letkol Purn Ronny Mongisidi (Ketua IKPNI Sulut) bahwa generasi muda saat ini harus tetap mengenal dan menghargai para Pahlawan Nasional Indonesia Sulut, menerapkan dalam kehidupan motto yang ada antara lain dari Pahlawan Nasional Dr G.S.S J Ratulangi dan R.W Mongisidi,
Begitupun , sambutan Gubernur Sulut dibawakan oleh Kaban Kesbangpol dan Linmas Propinsi Sulut, Ferry Sangian, S. Sos yang memberi respon positif dan apressiasi aras diselenggarakannya kegiatan yang memiliki makna tersebut. Perjuangan Pahlawan R.W Mongisidi dimasa penjajahan harus kita ingat dan jadikan inspirasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara saat ini.Jangan berhenti mengumpulkan pengetahuan agar kepercayaan pada diri sendiri tetap ada dalam meneruskan perjuangan demi kehidupan yang lebih baik.
Mengajak untuk memaknai momentum ini untuk mendoakan dan ikut merasakan betapa pentingnya perjuangan dari R.W Mongisidi dalam mengusir penjajah dengan senantiasa mengobarkan rasa cinta Tanah Air.
Kegiatan tersebut diselenggarakan setiap tahun untuk memperingati hari gugurnya Pahlawan Nasional R.W Mongisidi dengan nuansa adat Bantik. (*)
Editor: A2W












