BONE – Keluarga besar Kodim 1407/Bone Rem 141/Tp menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1444 H/2023 Masehi dengan menyusun tema ” Sholat Membentuk Karakter Patriot NKRI Yang Tangguh ”, bertempat di Masjid Manunggal Kodim 1407/Bone, Jl. Lapatau. Selasa (21/02/23).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Komandan Kodim (Dandim) 1407/Bone Letkol Inf. Moch. Rizqi Hidayat Djohar yang diwakili Danramil 01/Ajangale Kapten Kav. Djunaedi, beserta Perwira, prajurit Kodim 1407/Bone dan Persit KCK Cabang XXV Koorcab Rem 141 PD XIV/Hsn.

Dalam sambutannya, Kapten Kav. Djunaedi membacakan amanat Dandim, yang mengatakan, melalui peringatan peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini pihaknya lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Banyak makna dapat kita ambil dalam diri Nabi Muhammad SAW berupa contoh keteladanan yang sangat baik bagi umat Islam yang mengharapkan keridhoan Allah SWT,” kata Dandim.
Ia berharap, semoga dengan peringatan Isra’ Mi’raj kali ini semua prajurit selalu bersyukur atas segala nikmat yang di berikan, serta ikhlas dan tawakal dalam menghadapi segala ujian.

“Berdasar tema diatas, saya mengajak kepada kita semua untuk selalu mengedepankan substansi, nilai dan hakekat sehingga dapat membentuk karakter prajurit. Kita harus berupaya mengambil makna yang terkandung dalam peristiwa ISra Miraj tersebut dan bukanlah hanya memenuhi sebuah kebiasaan, namun peringatan ini hendaknya dijadikan sebagai memontum penting untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan, terutama di masa seperti sekarang ini”, imbuhnya.
Sementara itu Ustad Muhammad Guntur (Imam Masjid Manunggal Makodim 1407/Bone) selaku penceramah menyampaikan, tentang arti Isra’ Mi’raj bahwa, peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW merupakan suatu mukjizat yang sangat luar biasa dan hanya dialami oleh Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.

Isra Miraj adalah salah satu peristiwa penting bagi umat Islam. Sebab, Nabi Muhammad SAW memperoleh perintah untuk pertama kalinya menjalankan salat lima waktu.
“Isra Miraj biasanya diperingati atau rayakan setiap 27 Rajab yang merupakan bulan ke-7 dalam kalender Islam,” sebutnya.
Dijelaskan pula, Isra Mi’raj, juga menjadi perjalanan spiritual Rasulullah SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha. Kemudian, Rasulullah SAW naik ke surga untuk memperoleh perintah salat lima waktu oleh Allah SWT. Oleh karenanya, Isra Miraj menjadi satu di antara peristiwa yg dimuliakan.

Hakikat shalat, sambung ustadz, adalah menghadapkan hati dan jiwa kepada Allah dengan cara yang dapat mendatangkan perasaan takut dan cinta kepada-Nya, serta menumbuhkan dalam jiwa akan kebesaran-Nya. (Pendim 1407/Bone)












