Sorong – Papua Barat, Danrem 181/PVT Brigjen TNI Wawan Erawan S.E., M.M., didampingi Kasrem 181/PVT Kolonel Inf Mahudin Latupono S.Sos., M.M., Para Kasi Korem 181/PVT serta Para Komandan Satuan dan Kabalak Aju jajaran Korem 181/PVT, menerima sosialisasi dan pembekalan, Industri Hulu Migas bersama SKK Migas Pamalu yang disampaikan langsung oleh Pati LO Kasad untuk SKK Migas, Mayjen TNI Muhammad Hasan serta bapak Rudi Fajar perwakilan SKK Migas.
Acara ini juga diikuti secara Virtual oleh Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Gabriel Lema, S.Sos, yang didampingi para pejabat Kodam XVIII/Kasuari dari ruang Posko Kodam XVIII/Kasuari, Makodam, Trikora, Arfai 1, Manokwari, Papua Barat, Kegiatan pembekalan ini diikuti 100 Perwira Kodam XVIII/Kasuari yang berada di seluruh satuan jajaran Kodam, secara terpusat di Makorem 181/PVT, Jln. Pramuka No. 1, Kota Sorong, Papua Barat. Jumat (25/11/2022).
Pangdam XVIII/Ksr Mayjen TNI Gabriel Lema, S.Sos., dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku yang telah memberikan pembekalan kepada Perwira jajaran Kodam XVIII/Kasuari, pembekalan ini tentunya merupakan sukacita bagi kami semua dan ini merupakan peristiwa yang bersejarah. Tentunya kami yakin bukan hanya saja untuk Kodam Kasuari tetapi juga untuk SKK Migas dan jajarannya.
“Saya yakin kegiatan ini sangat besar manfaatnya bagi kita semua dalam menentukan langkah dan kerjasama dengan berbagai pihak dan terkhusus dengan SKK Migas saat ini guna mendukung tugas pokok kita di lapangan. Tentunya kehadiran kita TNI Angkatan Darat dengan SKK Migas di wilayah Republik ini hanya untuk kepentingan Bangsa dan Negara yang kita cintai ini” ungkapnya.
Pati LO Kasad untuk SKK Migas Mayjen TNI Mochamad Hasan, S.H., dalam paparannya menyampaikan, Dasar kerjasama TNI-AD dengan SKK Migas yang tertuang dalam Nota Kesepahaman antara SKK Migas dengan TNI Nomor Mou-0003 SKKMA0000/2019/50 dan NK/19/XI/2019/TNI Tgl 12 Nov 2019 tentang penyelenggaraan bantuan pengamanan dan penguatan kegiatan terhadap Fasilitas kegiatan usaha Hulu Migas di Yurisdiksi Nasional Indonesia.
”Sinergi SKK Migas, TNI AD, Polri dan masyarakat sekitar sangat diperlukan dalam mengamankan aset-aset sektor energi melalui strategi Binter dan upaya hukum dalam menindak isu ancaman keamanan aset strategis dalam mendukung kondusifitas investasi Hulu Migas” ungkapnya. (*)
Editor: A2W












