BONE – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) juga menyerang banyak ternak di Kabupaten Bone Khususnya di wilayah Kecamatan Kahu. Untuk menekan penyebarannya, Koramil 1407-18/Kajuara bersama Dishub, dinas peternakan memperketat lalu lintas ternak sapi di perbatasan Bone – Sinjai dan Pelabuhan Tuju tuju Desa Tarasu.
Pemeriksaan terhadap hewan ternak, khususnya sapi dan Kuda, di perbatasan keluar masuk di Kabupaten Bone digelar bersama instansi terkait. Pos pemeriksaan didirikan di kecamatan Kajuara Kabupaten Bone sejumlah 2 ( Dua ) titik yakni di Perbatasan Bone Sinjai dan Pelabuhan Tuju tuju desa Tarasu.
Beberapa kendaran yang memuat hewan Sapi dan Kuda dari kab sinjai dan Kab Jeneponto di menghentikan karna diketahui mengangkut ternak sapi. Pengecekan dilakukan dengan memeriksa dokumen pengiriman hewan ternak termasuk memberikan sosialisasi terkait penyebaran wabah PMK.
“Sesuai petunjuk dan arahan Danramil 1407-18/Kajuara ( Peltu Muh. Asap ), kami tingkatkan pemeriksaan di perbatasan terhadap mobilitas kendaraan pengangkut hewan ternak,” ujar Danramil 1407-18/Kajuara .
Peltu muh. Asap mengungkapkan, pemeriksaan yang dilakukan berupa pengecekan dokumen pengangkutan ternak, Sekaligus memberikan edukasi kepada penyelenggara distribusi hewan ternak, mulai dari armada pengangkutan hewan ternak sampai petugas rumah potong hewan.
Langkah serupa juga dilakukan oleh Babinsa Desa Tarasu yang menggelar Pemantauan pemeriksaan kapal Kapal Muat Antar Pulau Di pelabuhan Tuju tuju, Namun selama Pemantauan dan pemeriksaan , petugas tak menemukan Kapal kapal mengangkut ternak khususnya sapi.
“Kegiatan ini akan rutin kami laksanakan. Apabila dalam kegiatan selanjutnya ditemukan kendaraan yang membawa sapi dari luar kota masuk wilayah Kabupaten Bone, maka kami imbau secara humanis agar putar balik ke wilayah asal,” ujar Babinsa Koramil 18/Kajuara ( Serda Muh.Yahya.(*)












