BONE – Dandim 1407/Bone Letkol Inf. Laode Muhammad Idrus turut menyaksikan secara langsung pelaksanaan Latihan Terjun Penyegaran Statik (Sratik) Yonif 432/Waspada Setia Jaya (WJS) Tw. II Ta. 2026 yang berlangsung di daerah latihan Dodiklatpur Bance’e Rindam XIV/Hasanuddin, Desa Poleonro, Kec. Libureng, Kab. Bone. Rabu (24/06/26).
Kegiatan latihan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan profesionalisme serta diikuti oleh 255 prajurit penerjun Yonif 432/WJS.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3 Kostrad Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo, Asops Kasdivif 3 Kostrad Kolonel Inf. Winas Kurniawan, Danbrigif 3/Tri Budi Sakti Letkol Inf. Morison Candra Tarundeng.
Danyonif 432/WJS Letkol Inf. Bambang Gatot Wibowo, Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., Kapolres Bone, serta unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaannya, para prajurit penerjun melaksanakan terjun statik sesuai prosedur dan standar keselamatan yang berlaku. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dengan pengawasan ketat dari para instruktur dan tim pengendali latihan yang berpengalaman.
Latihan terjun penyegaran statik ini bertujuan untuk menyegarkan kembali kemampuan dasar terjun payung militer yang dimiliki setiap prajurit, menjaga kesiapan tempur satuan, serta memelihara sertifikasi dan brevet terjun statik yang menjadi salah satu kemampuan khusus prajurit Kostrad.
Selain sebagai sarana pembinaan kemampuan, latihan ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga profesionalisme prajurit agar senantiasa siap melaksanakan tugas operasi kapan pun dan di mana pun dibutuhkan.
Kemampuan terjun statik merupakan salah satu keterampilan yang harus terus diasah guna mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas di lapangan.
Pangdivif 3 Kostrad Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo menyampaikan bahwa latihan semacam ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membentuk prajurit yang memiliki kemampuan, ketangguhan, dan kesiapsiagaan tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan.
“Latihan ini bukan sekadar memenuhi program kerja satuan, tetapi merupakan bagian dari pembinaan profesionalisme prajurit agar tetap tajam, terlatih, dan siap melaksanakan tugas kapan saja.
Sejalan dengan semboyan Kostrad, yaitu “Cepat, Tanggap, Tangguh” setiap prajurit harus mampu menunjukkan kesiapan dan kemampuan terbaiknya,” ungkap Pangdivif 3 Kostrad.
Sementara itu, Dandim 1407/Bone Letkol Inf. Laode Muhammad Idrus mengapresiasi pelaksanaan latihan yang berlangsung aman dan tertib.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan komitmen TNI AD, khususnya Kostrad, dalam menjaga kualitas sumber daya manusia yang profesional dan siap menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks.
Ia berharap kemampuan yang dimiliki para prajurit terus dipelihara dan ditingkatkan melalui latihan yang berkesinambungan sehingga dapat mendukung keberhasilan tugas pokok TNI dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selain pelaksanaan latihan terjun, kegiatan juga dirangkaikan dengan bakti sosial yang dipimpin langsung oleh Pangdivif 3 Kostrad Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo.
Dalam kesempatan tersebut, ratusan paket sembako dibagikan kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi latihan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap warga.
Kegiatan bakti sosial tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Poleonro dan sekitarnya. Warga mengaku senang dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh jajaran Kostrad melalui bantuan yang dinilai sangat bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari. (Pendim 1407/Bone)












